Thursday, 17 November 2016

Mengejar keinginan sampai lupa kebutuhan

Hai Blog, lama tak jumpa. Kangen ya? 

Sudah lama sekali tidak menulis di blog. Selain sibuk nyari sesuap berlian didunia nyata. Salah satu masalah paling menyebalkan setelah melewati perjuangan agar bisa online adalah medsos. Waktu yang seharusnya saya gunakan untuk menulis di blog ini, habis setelah saya menggauli facebook dan kroninya. Nulis macam-macam seiring isu yang sedang ramai dan memanas. Ikutan benter kalau ada yang nyetatus gak pas di hati saya. Padahal? Whahaha… Gak sebanding dengan waktu yang telah terbuang percuma. 

Berpanjangria mencoba memasukan ide di kepala orang lain. Padahal. Entah kata siapa. Salah satu hal paling sulit di dunia adalah memasukan ide  dikepala orang lain. Dengan kata lain. Mungkinkah saya telah melakukan hal yang sia-sia?

Atas nama kepentingan mengasah kemampuan menulis. Hanya ada dua kata yang menurut saya pas, Uapekkk, Jiyamput. Tapi, sudahlah. Kadang, sesuatu yang baikpun jika dipaksakan hasilnya akan tidak baik juga. 

Bukan apa-apa, blog ini juga bagian dari mimpi saya yang seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari jari-jari saya yang cantik. Haha.

Ada kalanya manusia memang terlena untuk mengejar keinginan, termasuk saya. Agar disaat seperti ini bisa sadar bahwa kesia-siaan itu memang ada walaupun perlu. Lah kok? Setidaknya saya dikenal up-date walaupun cuman kata ibu-ibu arisan komplek saya.

Katanya Mbah Yai:
Jika yang semua kita kehendaki langsung kita miliki, dari mana lagi kita bisa belajar ihlas? 
Jika yang semua kita impikan segera terwujud, dari mana lagi kita bisa belajar sabar?
Jika setiap doa kita langsung dikabulkan, dari mana lagi kita bisa belajar ikhtiyar?

Ngantuk ya? Maaf, kebiasaan ceramah nih. Intinya sih sebenarnya mengingatkan ‘kebutuhan’ jiwa raga sendiri. 

Ok deh, biar nggak ngelantur kemana-mana. Saya sudahi saja. Lain kali saya akan habiskan lebih banyak waktu untuk mengejar mimpi saya lewat blog ini. Catatan ini semoga menjadi awal kesadaran yang baik bagi saya agar bisa lebih perhatian pada apa-apa yang benar-benar lebih saya butuhkan.

0 komentar:

Post a Comment